Erlin tidak ingin percaya dengan jawaban yang dia dengar barusan dari bibir Derent. “Mr dari klub malam?” Ulang Erlin dengan tatapan mata yang sama. “Ya, aku sudah bilang tadi.” Sahut Derent santai, Derent tidak mengerti apa yang sedang dicemaskan Erlin. Derent tidak merasa melakukan sesuatu yang salah, jadi pria itu tetap bersikap santai. Erlin mencoba berpikir positif jadi wanita itu berusaha menarik garis senyum pada bibirnya. Entah senyum itu sudah benar di mata Derent atau belum. “Apakah Mr kehabisan wine?” Kini ganti Derent yang menatap Erlin dengan kedua mata melotot. Mustahil seorang Derent kehabisan wine di kediamannya. “Miss Joe sebenarnya apa yang ingin kamu tanyakan? Aku merasa kita berjalan bersama tapi kamu tinggal di seberang jalan dan menuju ke arah yang lain.” “