"A-aduuuh, boyokku!" keluh Jagad, melakukan pelemasan otot pinggangnya hingga terdengar bunyi krek. Jagad melihat jam dinding di kamar Rumi, menunjukkan pukul dua pagi. Pantas saja sudah beberapa jam dia duduk di kursi kayu keras ini. Jagad menguap lebar untuk yang kesepuluh kalinya. Matanya terasa berat, seolah ada dua batu bata yang menggantung di kelopak matanya. Punggungnya, yang terbiasa disangga kursi ergonomis seharga puluhan juta, kini menjerit protes karena duduk terlalu lama di kursi kayu keras milik Rumi. Dia baru saja selesai mengganti kompres di dahi Rumi. Panas tubuh Rumi sudah mulai turun, napasnya pun tidak lagi tersengal, meski masih terdengar berat tapi kondisi Rumi sudah stabil dan itu membuatnya sedikit tenang. Jagad memutar lehernya yang kaku hingga berbunyi krek.

