Part 13. Di Kamarku, Rumi!

1916 Kata

Waktu seolah berhenti pada mereka. Mata mereka bersirobok. Rumi dengan tatapan bingung dan waspada, sedangkan Jagad dengan tatapan kaget pada tindakannya sendiri yang impulsif. Sadar dengan apa yang dilakukannya, usai menyentuh singkat bibir Rumi, Jagad menarik tubuhnya secepat kilat, seolah baru saja menyentuh bara api. Wajahnya seketika mengeras, kembali menjadi topeng dingin yang angkuh. "Kita sudah sampai," ucap Jagad ketus, menyembunyikan kecanggungannya. "Jangan tidur seperti bayi, aku tidak mau menggendongmu. Kau berat." Tanpa menunggu jawaban, Jagad membuka pintu mobil dan keluar, melangkah lebar masuk ke dalam rumah tanpa menoleh lagi, meninggalkan Rumi yang masih terpaku kebingungan, berusaha mengumpulkan nyawanya. Dia memegang pipinya sendiri, merasakan sisa kehangatan tangan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN