Nana masih duduk sambil mengoleskan minyak urut ke kakinya. Tak selang berapa lama Ayu keluar membawakan antibotik untuk Nana. “Ini antibiotiknya, Na.” Ayu memberikan antibiotik pada Nana dengan tatapan sedikit sinis. “Terima kasih, Bi,” jawab Nana. “Mana paman kamu?” tanya Ayu. “Tadi sih ke sana, katanya mau lihat tanaman hias,” jawab Nana. “Oh, ya sudah, diminum obatnya, biar cepat sembuh.” Ayu langsung masuk ke dalam meninggalkan Nana. Ayu lagi-lagi merasa ada kejanggalan pada Nana dan suaminya. Namun, sekuat hati dia menepiskan rasa curiga pada Nana dan Candra, kalau mereka ada hubungan lebih. “Masa Mas Candra sama Nana ada hubungan khusus? Mana mungkin? Mungkin Mas Candra iba dengan Nana yang sedang sakit, jadi wajar dia mengurut kaki Nana seperti tadi, tapi tatapan mereka meny

