Nana masuk ke dalam dengan terpincang-pincang karena kakinya masih terasa sangat sakit. Candra memerhatikan keponakannya yang tak lain adalah istri sirinya itu masuk dan menuju ke ruang makan. Candra berjalan menghampirinya dan duduk di sebelah Nana, karena memang dirinya juga belum sarapan. Bukan hanya dirinya saja, semua belum sarapan karena menunggu Nana kembali pulang. “Lain kali kalau mau pergi jangan sendirian!” tegur Candra. “Kenapa? Nana udah gede, mau di awasi terus gitu? Nana bukan anak kecil lagi, paman ...,” jawabnya. “Tapi gini? Ini yang namanya sudah gede? Sudah bisa menjaga diri? Jalan saja bisa terkilir kakinya!” Candra semakin khawatir dan sedikit merasa bersalah pada Nana. “Sudah, yang penting Nana masih utuh, kan? Masih bisa pulang? Coba kalau enggak ada Pak Yoga tad

