Nana melempar tasnya ke tempat tidur, melepas heelsnya dan membuang ke sembarang tempat. Rasanya hari ini benar-benar melelahkan sekali. Di kantor dia disibukkan dengan pekerjaannya dan meeting dengan dua klien sekaligus dalam sehari. Setelah itu, dia menemui dosennya seusai jam kantor selesai. Dosen yang ia temui untuk bimbingan skripsinya itu terkenal dosen paling killer. Nana sudah berusaha tepat waktu datang, tapi dosennya malah menyepelekan, membuat Nana menungu hampir Maghrib. “Kalau gini mending enggak kuliah, tapi ini untuk karierku ke depan, sih. Capek sekali, coba saja ada Candra, pasti rasa lelahku sudah melebur menjadi rasa nikmat di atas ranjang. Tumben sekali dia belum mengabari aku dari tadi sore?” gumam Nana. Baru saja dia melihat ponselnya yang masih kosong tidak ada pa

