NANA OH NANA - BAB 46

1503 Kata

Nana sudah sampai di apartemennya. Dia melihat ponselnya yang dari tadi bergetar karena ada yang menelfonnya. Nana mendengus kesal, karena dia mendapatkan telepon bukan dari seseorang yang ia harapkan. Nana dari tadi memang menunggu telfon dan pesan dari Candra, tapi hingga larut malam Candra tidak memberi kabar sama sekali, baik itu menelfon atau hanya sekadar mengirim pesan pada Nana. Nana melempar ponselnya, karena bukan Candra yang menelfon melainkan Dedi, orang kepercayaan Candra. Nana mendengar ponselnya berdering lagi, dan Dedi kembali menelfon Nana. Nana terpaksa mengngkat telefon dari Dedi yang sudah tiga kali tidak ia jawab. “Hallo, ada apa, Pak?” Nana menjawab telefon Dedi dengan sedikit malas dan kesal karena Candra tidak kunjung mengabarinya dari tadi sore. “Besok siapkan d

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN