Sepi yang tetap sama

1594 Kata

“Aku punya banyak alasan, Revan. Tapi semuanya terasa sia-sia buat diucapkan sekarang.” Revan menghela napas, lalu menjatuhkan tubuh ke sofa. Ia duduk, menatap langit-langit apartemennya seolah sedang mencari logika dari segala kekacauan. “Kalau kamu datang buat minta maaf, maafnya udah kudengar,” katanya lirih. “Tapi aku belum bisa lupa.” “Aku tidak meminta dilupakan.” Revan tersenyum miris. “Lani, kamu selalu tahu harus bicara apa, tapi kamu juga selalu menjaga jarak. Dan kadang, aku lelah mengejar sesuatu yang terus menjauh.” “Aku nggak bermaksud membuatmu mengejar,” Lani menjawab pelan. “Aku hanya belum terbiasa diikuti.” Keheningan menggantung di antara mereka. Lani berdiri tak jauh dari Revan, membiarkan kata-kata mereka turun perlahan seperti hujan tipis. “Kalau Mama yang men

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN