Tanpa sedikit pun rasa penyeslan

1587 Kata

Nada suaranya tetap datar, tapi justru di situlah keretakannya terasa. Sakha menatapnya lama. Lalu ia tersenyum tipis, bukan senyum tengil khasnya. Lebih ke ngerti. Dia perhatiin Lani dari kepala sampai ujung kaki. Lani yang biasanya kayak patung es, sekarang malah kelihatan kayak mau kabur dari dirinya sendiri. “Aku nggak nyangka kamu bakalan se-nggak enakan gini,” katanya santai, sambil duduk di atas jok motor. “Ternyata kamu punya hati juga ya, Nona CEO.” Lani tidak menjawab. Sakha condong sedikit ke depan, masih dengan nada tengil yang sama. “Tapi tenang aja. Aku udah biasa dihina. Apalagi kalau dari Mamamu. Wangi parfumnya aja udah kayak sinetron antagonis—nggak mungkin dia puji cowok kayak aku.” Lani mengangkat wajahnya sebentar. Sepersekian detik, bibirnya sempat bergerak sed

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN