"Sakha... tolong aku."

1557 Kata

Langkah Lani terhenti di depan halte kosong. Angin malam makin kencang, meniup rambutnya. Ia memeluk tubuh sendiri, mencoba menghangatkan diri. Tapi dingin yang ia rasakan tak berasal dari cuaca. Melainkan dari lubuk hati yang kosong. Lani menunduk, matanya terpejam, dan bayangan masa lalu pun datang begitu saja—begitu jelas, seakan-akan baru terjadi kemarin. Hari itu musim liburan. Mereka—keluarga Adhitama dan keluarga Suwandi—berkumpul di vila milik Arfan Suwandi. Suasana hangat. Ramai. Tawa dan canda memenuhi ruangan. Saat itu Lani kecil duduk di pojok ruangan, memeluk boneka usang. Matanya mengamati dari jauh. Rida, mamanya, sedang duduk di sofa bersama Revan dan Revi. Tangan Rida membelai rambut Revan dengan penuh kasih. Lalu tertawa kecil saat Revi bercerita, kemudian spontan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN