Tak mundur, tak ragu

1532 Kata

“Ini apa?” tanya Sakha, agak curiga. “Kompres dingin instan. Baru beli tadi,” jawab Lani sambil duduk di sisi kasur, suaranya tetap tenang. “Kepikiran kamu pasti banyak gaya, jadi minimal aku datang bawa solusi.” Ia menekan kantong kecil itu, hingga terdengar bunyi krek pelan, lalu mengguncangnya sebentar. “Kaki kamu bengkak, kan?” Sakha terpaku, lalu terkekeh pelan. “Wah, Bu Bos perhatian juga, ya.” Lani meliriknya datar. “Aku cuma bertanggung jawab.” “Ya tapi cara tanggung jawabnya classy banget sih. Kompres instan segala. Ini cewek CEO lho.” Mata Lani menatap ke arah kaki Sakha yang tertekuk, lalu kembali ke wajahnya. “Lihatin,” ucapnya singkat. Sakha mengerutkan kening. “Apa?” “Kakinya,” lanjut Lani tanpa mengubah nada. “Yang kamu bilang butuh perhatian itu, bukan gaya.” Sak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN