Sudah kali keempat Lani datang ke rumah itu dalam seminggu. Dan setiap kali pula, Sakha selalu punya keluhan baru. Hari ini, dia bilang punggungnya nyeri. Kemarin, katanya perut kram. Besok entah apa lagi. Lani mengetuk pintu pelan, seperti biasa. Bu Rini yang membukakan, langsung tersenyum hangat. “Lani, datang lagi. Ibu jadi nggak enak, loh,” katanya sambil mempersilakan masuk. “Anak itu kayaknya senang banget kamu jenguk. Tapi beneran deh, kamu jangan terlalu capek, ya.” “Saya hanya ingin memastikan keadaannya membaik,” ujar Lani sopan seperti biasa, meski dalam hatinya ada sedikit gemas yang mulai tumbuh. Saat ia masuk ke kamar, Sakha langsung menoleh dramatis dari posisi tidurnya. “Hai Bos, akhirnya kamu datang juga. Tadi pagi saya merasa agak sesak napas. Tapi sekarang sudah bai

