85

1010 Kata

Davian begitu frustasi saat Yura tak bisa lagi dihubungi. Davian juga tak menanyakan alamat Yura saat ini. Ia tadi berpura -pura marah dan malah membuat ura mematikan ponselnya dengan sengaja. Padahal ura sudah diberi tahu alamat Davian. Namun hinga pagi menjelang, Yura tak kunjung datang. Davian takut terjadi sesuatu dengan Yura. Ia harus mencari Yura dan membawa Ares juga dari tempat ini. "Kenapa sih, kamu sulit banget untuk menerima aku, Yura. Apa kurangnya aku?" ucap Davian mengumpat dalam hati. Davian menatap jam dinding di kamarnya. Ini sudah waktunya untuk membangunkan Ares dan mencari Yura. Tapi, mencari kemana? Ares juga pasti tak hapal jalan pulang menuju ke rumahnya. "Om ... Mama mana?" tanya Ares yang terlihat sedang mengigau. Kedua matanya terpejam namum bibirnya terus me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN