Hari demi hari Jessica lalui tanpa sosok Brendan yang telah meninggalkannya di rumah Gwen tanpa kabar ataupun berniat menghubunginya, sekedar untuk menanyakan apa kabar pada wanita itu yang begitu frustasi karena harus dipaksa berpisah dengan Brendan oleh keadaan. “Ya Tuhan, sudah dua hari Brendan meninggalkanku di sini, tapi kenapa dia tidak pernah menanyakan kabarku seperti apa, bahkan menelpon pun tidak. Apa dia tidak ada niat untuk menjemputku pulang? Lalu bagaimana besok dengan acara konferensi pers yang akan diadakan? Apakah dia tidak berniat untuk menemaniku besok?” batin Jessica yang bertanya-tanya pada dirinya sendiri tanpa mendapati jawaban sama sekali. Sudah dua hari ini Jessica menghabiskan waktunya seorang diri di dalam kamar, berharap dan terus berharap Brendan akan datang

