"Bangun, Nak. Jangan seperti ini, biarkan suamimu sendiri dulu untuk menenangkan pikirannya yang kacau," ucap Gwen sambil mengulurkan tangannya untuk membangunkan Jessica yang tengah terduduk lemah di depan pintu kamar tamu yang Brendan tempati. Jessica menengadah, menatap wajah ibunya yang sendu dan sudah mengulurkan tangan untuk membangunkan wanita itu dari posisinya saat ini. Jessica coba mendengarkan perkataan Gwen untuk membiarkan Brendan menyendiri sampai pikirannya tenang, walau jauh di lubuk hatinya yang paling dalam Jessica sangat takut jika nantinya Brendan mengambil keputusan untuk berpisah darinya. "Mom, tapi aku takut… Aku takut kalau pada akhirnya Brendan memilih untuk menceraikan aku karena masalah ini. Aku harus gimana, Mom?" lirih Jessica yang kini sudah berdiri berhada

