Jessica menyapa lebih dulu teman-teman dari suaminya yang satu profesi dan merupakan pasukan SWAT dulu. Walau Brendan telah mengundurkan diri, tetapi pria itu masih berhubungan baik dengan teman-temannya. Hingga sengaja mengundang rekan-rekannya untuk menikmati hidangan di restaurantnya. “Hi guys, maaf ya sudah membuat kalian menunggu lama,” sapa Jessica dengan mengembangkan seulas senyuman ramahnya. “Hi, Jessica. Tidak masalah, aku tahu kamu dan Brendan pasti sibuk mengurus restaurant kalian yang ramai ini. Anyway, di mana Brendan?” jawab Charlie seraya menjabat tangan Jessica dan bangkit dari posisi duduknya, lalu disusul oleh teman-temannya yang lain yang ikut berjabatan tangan dengan Jessica. “Mungkin sebentar lagi dia akan datang,” jawab Jessica dengan ekspresi kesal yang masih je

