Bab 54

1539 Kata

Shanas sedang duduk di ruang baca pribadinya yang sejuk dan tenang ketika layar ponselnya menyala. Sebuah pesan masuk. Dari nomor yang sangat ia kenali meskipun tidak pernah ia simpan dalam daftar kontak. Ruby. Dengan satu ketukan, layar ponsel menampilkan foto—foto yang membuat darahnya seolah membeku sesaat sebelum mendidih dalam detik berikutnya. Foto Ruby sedang mencium pipi suaminya, Vando, di restoran tempat Vando sering bertemu klien. Namun bukan hanya gambar yang menyakitkan, melainkan juga tulisan yang menyertainya: *"Lucu ya, Shanas... rasanya pipi Vando masih seperti dulu."* Jari-jarinya yang gemetar menggenggam erat ponselnya. Detik berikutnya, ponsel itu hampir saja terhempas ke lantai marmer ruang baca, namun Shanas masih bisa menahan diri. Nafasnya tersengal pelan. Pipiny

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN