15. Pergi

1197 Kata

"Cuma mimpi," ucapku lirih saat baru saja terbangun dari tidur. Kulihat jam sudah masuk waktunya subuh. Dan, malam ini pun sama seperti malam-malam sebelumnya. Gala belum juga pulang ke rumah. Gara-gara memikirkan Gala membuat kepalaku pusing. Aku pun memutuskan ke kamar, karena semakin lama rasa pusingnya semakin hebat. Bahkan, untuk naik tangga saja aku harus pegangan erat. "Mau Bibi bantu, Mbak?" tanya Bibi buru-buru menghampiriku, mungkin karena melihatku berjalan dengan sedikit sempoyongan. "Nggak apa-apa, Bi. Aku cuma kecapean aja paling ini," sahutku sambil memegangi kepala. "Biar Bibi bantu," ucap Bibi yang sudah merangkul aku. Aku pun pasrah, karena tiba-tiba pandanganku muter-muter. Sesampainya di kamar, aku langsung merebahkan tubuhku. Bibi pun dengan sigap mengambilkan ai

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN