Bab 30

2125 Kata

Aku membuka mata dengan perlahan. Cahaya matahari pagi sudah menyelinap lewat celah-celah papan jendela, membuat garis-garis emas di lantai kayu. Biasanya, aku bangun lebih dulu dari Andi. Tapi pagi ini, sesuatu terasa berbeda. Aroma sedap memenuhi ruangan. Bukan sembarang aroma. Aroma bawang goreng, nasi yang ditumis dengan bumbu, dan... telur? Aku mengendus lebih dalam. Ada juga aroma tempe goreng. Dan sambal. Khas banget. Wuih perut jadi langsung laper. Aku bangkit, meraih daster di samping tempat tidur, lalu melangkah ke ruang tengah. Dan di sana, pemandangan yang membuat hatiku meleleh menyambutku. Meja kayu kecil di ruang tengah sudah tertata rapi dengan menu sarapan pagi. Ada nasi goreng dengan taburan bawang goreng melimpah. Telur dadar yang digulung rapi. Tempe goreng yang ren

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN