Bab 17

1094 Kata

Hari ini aku memulai pagi dengan letupan letupan kebahagian yang sangat berbeda dari hari hari sebelumnya. Bukan karena baru menang lotere, tapi karena hari ini aku, Munaroh, janda mandul yang kemarin dihakimi warga gara gara kedapatan asik berasholele ria di ruang terbuka, hari ini kami akan menikah. Sejak pagi aku sudah berada di aula balai desa, mengurus segala keperluan pernikahan dadakan, mulai dari membayar jasa catering, sewa dekor sederhana dan mengurus berkas berkas Andi yang akan diserahkan ke penghulu. Setelah semua beres, tibalah saatnya bagiku memakai kebaya pengantin. Aku berdiri di depan cermin yang sudah buram di sudut ruangan, Kebaya hijau army yang kemarin ku beli bersama Andi kini membalut tubuhku. Payet-payet halus di bagian d**a membuatnya terlihat sedikit mewah, me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN