Bab 44

2299 Kata

Siang itu, tepat pukul dua siang, udara Jakarta terik seperti biasanya. Dimas menjemput Helena di apartemennya di kawasan elit Permata Hijau. Gadis itu turun dengan gaun santai berwarna peach, rambutnya tergerai indah, wajahnya segar dengan riasan tipis tapi tetap memancarkan keanggunan. Lena melambai ceria begitu melihat mobil Dimas berhenti di lobi. "Sayang!" sapa Helena sambil menghampiri. Dia masuk mobil dan langsung mengecup pipi Dimas. "Aku udah enggak sabar banget cobain baju pengantin kita yang udah kita pesen sejak lima bulan lalu..." ucap Helena masih dengan senyum manis. "Oia, Sayang. Gimana tadi? Kamu sudah kelarin semua urusan sama perempuan desa itu?" Dimas tersenyum sambil mengangguk, tapi matanya... matanya tidak ikut tersenyum. "Udah beres." "Ah syukurlah.... Akhirnya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN