Bab 45

1620 Kata

Malam ini, Iroh duduk di lantai kayu pondoknya, dikelilingi tumpukan pakaian. Baju-baju itu. Semuanya masih ada. Kemeja putih lusuh peninggalan pak Dar yang biasa dipakai Andi saat bekerja di ladang. Celana panjang cokelat tua yang dipakainya saat ke pasar. Kemeja batik baru yang andi kenakan saat akad pernikahan mereka. Sepatu pantofel murah yang dibelinya dengan penuh kebanggaan hasil menjual mas kawinnya. Jaket tipis yang selalu Andi selimutkan ke tubuh Iroh saat cuaca dingin. Dan yang paling menyakitkan... kebaya hijau army itu. Kebaya pengantinnya. Masih terbungkus plastik dry cleaning, belum pernah dipakai lagi setelah hari bahagia itu. Iroh memegang kebayanya. Kainnya lembut, payet-payet kecil berkilau diterpa cahaya lampu. Ia ingat saat pertama kali mencobanya di toko sederha

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN