Bab 50

2061 Kata

Untuk mengalihkan pikirannya dari sosok Andi yang beberapa hari lalu datang padanya demi kembali dan mengemis cinta, Iroh lebih memilih menyibukkan diri dengan kebun dan ladangnya. Baginya Andi hanyalah masa lalu. Rasa cintanya, meski masih ada, perlahan lahan makin terkikis semenjak lelaki itu datang padanya sambil menyodorkan surat cerai. "Enggak. Aku enggak akan kembali lagi padanya. Bagiku, Andi sudah mati!" gumam Iroh sambil terus berjongkok di bedengan, tangannya dengan cekatan menyemai bibit kacang tanah satu per satu. Kakinya yang seminggu lalu terkilir kini sudah pulih total. Ia bisa bergerak bebas tanpa rasa sakit. Pekerjaan di ladang yang sempat terbengkalai kini mulai ia garap lagi dengan semangat baru. Hidup harus terus berjalan. Itu yang selalu ia tanamkan dalam hati. Dar

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN