Ayu membuka kaca mata hitamnya dan tersenyum pada Yogi yang tampak terkejut. “Kau, di sini?” tanya Yogi seolah tak percaya dengan apa yang ia lihat. Ayu tersenyum tipis. “Jangan terlalu percaya diri. Kau pikir aku mengikutimu? Jangan lupa, kita dari tempat yang sama,” ucapnya. Tapi, tentu saja alasannya ingin mengikuti Yogi. Ia masih belum merasa kalah, masih ingin mengalahkan Yogi di permainan mereka berikutnya. Yogi menggeleng ringan disertai senyum samar. Ia pikir butuh waktu lama membuat Ayu masuk dalam permainannya, tapi ternyata tidak juga. Di lain sisi, Hanina memberikan sebuah ponsel untuk Agra. “Ini, untukku?” tanya Agra menatap ponsel yang Hanina berikan. Bukan ponsel mahal, tapi sudah mampu membuatnya merasakan banyak hal antara senang, dan malu karena ia seperti mokon

