8. Sama-sama Baru Pertama

1103 Kata

Ranjang itu berderit seirama dengan pergumulan dua manusia di atasnya. Desahan dan erangan memenuhi kamar, bak irama yang selama ini hanya ada dalam mimpi Yogi tapi kini menjadi nyata. Ia begitu munafik, mengatakan tak ingin menjadi b******n dengan memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan tapi nyatanya tubuhnya menikmatinya meski hatinya serasa diremas setiap kali menatap Hanina. Setetes keringat menetes dari ujung rambut Yogi, menetes jatuh di atas kening Hanina yang juga basah oleh keringat. Ia memejamkan mata sambil menggigit bibir menahan desahan yang sedari tadi terus lolos dari mulut. Sementara kedua tangannya meremas bahu Yogi hingga bahunya memerah, jejak cakaran juga terdapat di punggungnya, jejak yang Hanina tinggalkan saat mereka memulainya. Yogi menjatuhkan tubuhnya, memelu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN