Ponsel Hanina terlepas dari tangan saat ia berteriak dan memejamkan mata rapat-rapat. Meski ia ingin berlari, tapi tubuhnya seakan tak mampu sekedar berdiri. “Han. Ini aku.” Kedua mata Hanina terbuka mendengar suara yang sudah ia kenal. Ia lalu menoleh ke belakang dan menemukan Agra menatapnya terheran. “Ka- kau …,” ucap Hanina terbata. Ia sampai hampir ngompol di celana, berpikir hantu rumah sakit menyapanya, tapi rupanya dia adalah Agra, suaminya. Agra mengambil langkah lalu duduk di kursi di samping Hanina. “Aku terbangun dan tidak menemukanmu jadi aku mencarimu. Apa yang kau lakukan di sini?” Hanina tampak kebingungan. “A- aku, aku mencari udara segar jadi jalan-jalan,” jawab Hanina seraya mengalihkan pandangan dari Agra. “Malam-malam begini? Tapi, tadi aku sudah lewat sini

