Agra berjalan gontai melewati lorong rumah sakit. Setelah mendengar semuanya dari Bi Miah, ia pergi saat dokter datang untuk memeriksanya. Brugh! Agra kembali jatuh, berlutut, seakan kedua kaki tak mampu menopang berat tubuh. Ia menunduk dan tiba-tiba tawanya terdengar. Namun, air mata bercucuran. Ia menertawakan dirinya sendiri yang selama ini menjadi iblis karena kesalahan Ayu. Ia bahkan menjadi seorang pembunuh, dan menyakiti wanita yang sangat mencintainya. Setelah semua itu, pantaskah ia masih hidup? Perlahan tawa Agra berubah menjadi tangis, menjadi isakan yang terdengar memilukan. Andai saja waktu bisa diputar ulang, ia ingin kembali ke masa di mana ia menemukan orang tuanya meninggal. Meminta Bi Miah bicara sebenar-benarnya dan ia tak akan pernah memiliki ambisi balas dendam p

