Dua wanita itu mendekati Agra seolah di mata mereka hanya ada pria itu seorang. “Ma- mau apa kalian?!” ucap Agra seraya melangkah mundur. “Tentu saja bermain denganmu, Gra. Rasanya sudah lama sekali, kau tak rindu pada jepitan kami, kah?” ucap Livy yang sepertinya, sama gilanya dengan Sari. “Ti- tidak. Aku … tidak mengenal kalian!” teriak Agra. Merasa terdesak karena keduanya semakin dekat. Ia berlari sekuat tenaga melewati keduanya. Ia tak bisa mengandalkan Yogi mengingat keadaanya. Dan Hanina, ia tidak mau Hanina terluka jika harus menolongnya. Jadi menurutnya, jalan satu-satunya adalah pergi dari sana. “Agra! Gra!” teriak Sari dan Livy. Seolah tak menyerah, mereka berdua berlari mengejar Agra. Sementara Yogi, ia hanya diam, tetap duduk di tepi ranjang dan Hanina, ia menatap nanar

