Rania tampak terkejut mendapati kenapa bisa ada Sinta di acara pernikahan salah satu klien kakaknya. “Tidak mengira bisa melihatmu di sini,” Sinta berujar, sembari mengamati perlengkapan yang dibereskan Rania dengan wajah mendongak. “Habis jualannya?” Ia bertanya dengan nada mengejek. “Seperti yang kamu lihat sendiri,” balas Rania tak kalah angkuh. “Maaf ya, kamu jadi tidak bisa mencoba gelato buatanku. Tapi, kalau kamu mau, kamu bisa datang ke tokoku. Jangan sampai kehabisan.” “Cih, aku sama sekali tidak merasa rugi. Aku sudah biasa memakan gelato asli dari Milan!” tukas Sinta. “Jika dibandingkan dengan gelato milikmu, satu cup gelato asli itu, mungkin bahan dasarnya saja sudah bisa memodali berliter-liter gelato milikmu.” “Terus? Sedang apa mengoceh di sini? Pergilah sana, makan gela