Rania menempatkan ponselnya di tengah meja, ada Dirga pada layarnya. Mereka memang tengah melakukan panggilan video. Gadis itu meletakkan capcay seafood yang sudah selesai dimasaknya, dan Dirga di seberang sana juga melakukan hal yang sama. Keduanya memang sudah merencanakan untuk “berkencan virtual” karena Dirga masih ada di Lampung. “Bagaimana makanannya?” tanya Rania, setelah menelan masakannya sendiri. “Enak, lumayan,” kata Dirga yang masih terlihat berseri-seri walaupun lelah tak bisa disembunyikan dari wajahnya. “Masih enak punyaku,” Rania tak mau kalah. “Aku tahu,” lelaki itu meyakini hal yang sama, membuat pasanganna bersemu dan tersenyum malu. “Bagaimana acara pernikahan yang kakakmu tangani? Sukses?” “Ah, ya… ketiganya berlangsung sukses. Oh, saat aku menyediakan gelato m