Aletta menarik napas panjang. “Nikah lagi? Nikah aja sana, tapi jangan sama Hamzah! Dia milikku!” Aletta kesal mendengar suara-suara tidak jelas yang kerap kali dia dengar tentang pernikahannya. Meski dia dan Hamzah kian dekat, tapi bayang-bayang Sarah seperti masih berkeliaran tanpa izin di keluarga kecil mereka. Aletta menegakkan dadanya dan mengangkat dagunya. Dia Aletta yang terbiasa mendapatkan apa yang dia mau, termasuk mempertahankan Hamzah. Tunggu dulu! Apa Aletta sudah lupa dengan permintaan konyol yang pernah di sampaikan ke Hamzah sebelum mereka nikah. Dengan langkah penuh percaya diri, Aletta masuk ke gerbang pondok. Suara pujiian untuk Sarah berangsur menghilang dan berganti dengan sapaan untuknya. “Umi mau beli bubur?” tanya salah satu ustadzah pengabdian, menyapa Alett

