14. Senjata Makan Tuan

1268 Kata

“Umi!” tegas Hamzah memotong ucapan uminya. Hamzah memejamkan matanya sebentar. Dia mencoba mengontrol emosinya. Hamzah kembali menatap uminya dengan tatapan yang lebih santai. “Maafin Hamzah, Umi. Hamzah gak sengaja bentak Umi,” ucap Hamzah pelan menyadari suaranya tadi terlalu keras. Hamzah kembali menatap uminya. “Hamzah cuma mau meluruskan, Umi. Antara Hamzah dan Sarah tidak pernah ada ikatan apa pun. Kabar di luar sana hanya angin lalu yang tidak perlu kita beri ruang.” Hamzah mengatur napasnya, menatap Umi Salamah dengan teduh. “Hamzah ingat pesan Abah. Kalau Hamzah serius pada seorang wanita, datangi orang tuanya. Dan takdir membawa Hamzah ke orang tua Letta. Apa pun yang pernah sempat Hamzah mimpikan dulu, nyatanya Letta-lah yang Allah kirimkan sebagai jawaban.” Umi Salamah te

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN