Saat ini Arum dan Bagas berada di dalam mobil dalam perjalanan dari hotel tempat mereka menginap menuju bandara untuk kembali ke Jakarta. Selama perjalanan mereka, hanya ada kesunyian di antara mereka di dalam mobil. Arum yang duduk di samping Bagas sibuk melamun sambil menatap ke arah luar jendela. Walau saat ini matanya tengah terpaku menatap pemandangan di luar jendela mobil, namun pikiran Arum terus saja memikirkan perkataan Gina saat mereka sarapan bersama tadi. Dulu saat ia masih menjadi istri Bagas, Andiguna Mawardi memang tidak pernah bersikap kasar pada dirinya bahkan cukup baik, maka dari itu Arum cukup terkejut mengetahui bahwa saat ini ia yang paling menentang hubungan dirinya dan Bagas. “Kamu mikirin apa Arum?” Tanya Bagas yang dari tadi sudah menyadari ekspresi wajah Arum y