BAB 12. Pacar Benalu, Katanya

1129 Kata

“Ehem” Dehaman kencang Arjuna membuat Yudhistira langsung berdiri tegak. Segera dia berjalan memutari meja kerja, menjauh dari Rayya. Sikapnya agak canggung tapi tetap berusaha sebiasa mungkin. “Saya tahu, kalian adalah sepasang kekasih. Tapi tolong ya, jaga sikapnya saat sedang bekerja atau di tempat kerja.” Yudhistira segera mengangguk. “Baik, Pak. Saya mohon maaf. Saya yang salah. Tadi saya ke ruangan Mbak Rayya hanya untuk membahas employee gathering, Pak. Saya terlalu bersemangat hehee … rasanya nggak sabar.” Melihat Yudhistira cengar-cengir, ekspresi wajah Arjuna tidak berubah sama sekali. Tetap lurus dan datar. “Sekarang, sudah selesai bahasannya?” “Eh iya, sudah Pak. Permisi ya Pak.” Sebelum keluar ruangan, masih sempat Yudhis mengedipkan sebelah mata pada Rayya. Pintu ruan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN