Jam di dinding berdetak pelan, seolah enggan bergerak. Céleste masih terus khusuk berdoa, sementara Lorenzo akhirnya meletakkan tabletnya dan melangkah ke jendela lalu merenggangkan tubuh. Belle merapatkan cardigannya, mencoba menahan dingin yang entah berasal dari udara atau efek hatinya yang kacau “Hujan lagi,” ujar Lorenzo. “Berapa lama lagi operasi berlangsung?” tanya Belle tanpa menatap siapa pun, ia hanya bergumam. “Entahlah, tapi Matteo bilang prosedurnya rumit sehingga butuh waktu tindakan yang cukup lama,” jawab Lorenzo. “Papà pasti kuat. Baik melewati operasi ataupun masa pemulihan yang tak kalah panjang.” Belle mengangguk. Tiga bulan. ‘Kuharap bukan hanya Papà yang sembuh seperti seda kala. Tapi Gyan juga. Pulih dari rasa kecewanya padaku. Harusnya ia membenciku karena m

