Satu tahun berlalu sejak pertempuran di Marbella. Namun bukan satu tahun yang diisi pemulihan dalam suasana tenang. Adalah satu tahun yang diisi pekerjaan, daftar nama, dan keputusan yang harus diambil tanpa sempat menanyakan pada diri sendiri apakah tubuh masih sanggup menanggungnya. Kalender berganti. Dari malam-malam musim semi Andalusia menuju musim panas di Paris, kemudian hujan pertama di musim gugur, lalu dingin yang menggigit, lalu musim semi yang datang kembali tanpa ada siapa pun yang sempat merayakan. Angka di kalender kembali mendekati tanggal yang sama—tanggal di mana Damien dan Duval jatuh, dan dunia mereka berubah permanen. Musim berlalu seperti laporan bergulir di layar. Cepat, tanpa jeda, tanpa perayaan. Ada berkas yang ditutup. Ada berkas yang dibuka ulang. Ada catat

