49. Penyesalan Selalu Datang Terlambat

1611 Kata

Pandangannya menatap ke luar jendela yang menunjukkan suasana gelap oleh mendung dengan air hujan yang membasahi jendela kaca. Namun hati dan pikirannya tak jauh dari wanita yang mengisi relung hatinya. "Saatnya minum obat." Kirana datang dengan segelas air dan beberapa butir obat. Karena kondisi Beryl belum sembuh total, ia memutuskan menginap selama beberapa hari untuk merawatnya. Sekiranya, sampai Beryl benar-benar telah sehat. Meletakkan segelas air yang ia bawa ke atas meja di samping tempat tidur, kemudian ia duduk di tepi ranjang. "Bagaimana? Apa sudah lebih baik? Jika ada keluhan, apa perlu kupanggilkan dokter untuk memeriksa?" tanya Kirana penuh kepedulian. Bagaimanapun keadaan rumah tangga mereka, mereka masih berstatus suami istri. "Aku sudah tahu semuanya," jawab Beryl namu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN