"Syukurlah kau sudah kembali seperti biasa." Saat ini Raina, Namira dan Lili tengah menyantap makan siang mereka di kantin. "Iya benar, aku sampai takut berbicara denganmu sejak kemarin," imbuh Lili membenarkan ucapan Namira sebelumnya. Alis Raina mengernyit menatap kedua temannya itu. "Maksud kalian?" tanyanya dengan menyeruput sup sayurnya yang segar. "Akhir-akhir ini kau jadi lebih banyak diam. Kami jadi tidak berani banyak bicara padamu," jelas Namira kembali. "Benarkah?" Raina membeo. "Apa kau ada masalah? Jika kau ada masalah, kau bisa bercerita pada kami," ujar Lili dengan menggenggam tangan Raina yang tertidur di atas meja. Raina tersenyum kecil. "Tidak. Aku baik-baik saja, kemarin memang ada sedikit yang membuatku risau, tapi sekarang sudah lebih baik," ujar Raina. Perasaa