"Maaf ya, membuatmu repot. Karena jalanan macet membuatku pulang terlambat untuk memasak." Raina hanya bisa mengangguk dengan canggung. Demi apapun juga ia ingin kabur, tapi rasanya tidak mungkin, karena saat ini ia tengah berada di dapur rumah kakak Satya untuk membantunya memasak. Dengan keterlaluan Satya menyeretnya ke rumah. Mungkin jika langsung ke acara makan malam, ia masih bisa mencerna, sayangnya ia harus ikut memasak untuk membuat makan malam untuknya. Ia merasa dijebak, seakan kakak Satya sengaja agar bisa berbincang lebih banyak dengannya. "Jadi kau yang sering Satya ceritakan? Ternyata kau sangat manis, pantas saja Satya seperti orang gila karenamu," ujar Aninda dengan senyuman sumringah. "Ah, itu … ano …." Raina tidak tahu harus menjawab apa, ia benar-benar gugup. Rasany