"Ada perlu apa?" ujar Beryl pada tamu yang saat ini berdiri di depan meja kerjanya. "Jangan ceraikan Kirana," ucap Bian dengan suaranya yang lantang. Beryl yang sebelumnya hanya menatap layar notebook di tangannya, mengalihkan pandangan pada Bian dengan ekspresi tak berarti. "Kenapa? Bukankah itu bagus? Kau bisa kembali padanya," ujarnya dengan suara dingin. Bian tersenyum kecut. "Itu yang aku harapkan, sayangnya, hanya kau pria yang dicintainya," jawabnya. "Cih, lalu apa yang kalian pernah lakukan dulu?" cibir Beryl hingga meletakkan notebooknya dengan sedikit kasar. "Aku sengaja. Grace membayarku untuk menggoda istrimu." Seketika alis Beryl mengernyit. "Apa? Jangan bercanda," sahutnya dengan rahang mengeras. "Semua dilakukannya karena ia ingin kau menceraikan istrimu," lanjut Bia