"Kau yakin?" ["Tentu saja, aku mengikutinya sampai apartemen."] "Baiklah. Nanti kutransfer." Wanita itu segera mematikan panggilan dengan seulas senyum remeh tercetak di bibir merahnya yang merekah. "Awas kau bocah," gumamnya. *** "Sampai jumpa besok." "Ya, sampai jumpa." Raina berjalan keluar gedung dan seperti biasa ia menunggu taxi online. Satya masih memiliki pekerjaan dan tak bisa mengantarnya seperti biasa. Ia menunggu dengan memainkan ponselnya. Sesekali beberapa temannya yang lewat menyapa, dan hanya dibalasnya dengan senyuman. Matanya membulat, bahkan ponselnya nyaris terlepas dari genggaman saat sebuah nama tertera pada layar. Dadanya bergemuruh dan dengan ragu mengangkat panggilan. "Ha-- halo?" ["Sudah pulang?"] "Iya … ada … apa?" ["Bisakah kita bertemu nanti malam