Ica terlihat sedang menidurkan Acha di keranjang bayinya. Devan baru berani mendekati Ica setelah mood Ica benar-benar baik. Devan memeluk Ica dari belakang setelah Ica menidurkan Acha. “Ca, maafin aku.” Ucapnya dengan menenggelamkan kepalanya ke tengkuk Ica. Ica memutar tubuhnya untuk menghadap Devan. Dia menatap wajah suaminya yang sepertinya sedang tidak baik-baik saja, dan tiba-tiba meminta maaf pada dirinya. “Kenapa kamu, Dev? Kok tiba-tiba minta maaf gitu? Memang kamu punya salah apa?” tanya Ica. “Ya aku merasa aku ini egois, gak mikir perasaan kamu,” jawab Devan. “Maksud kamu?” tanya Ica tambah bingung. “Kita ganti saja nama Acha, ya? Tidak usah ada nama Anastasya, aku tidak ingin kamu berpikiran macem-macem karena aku pakai nama itu,” jelas Devan. “Kok gitu? Aku senang nama