Ganika membiarkan sahabatnya menangis untuk mengeluarkan segala unek uneknya. Setelah beberapa saat, Jelita berhenti mengeluarkan air mata. Jelita : "Apa aku perusak rumah tangga? Apa menurutmu Banyu sudah menikah dan aku jadi orang kedua?" Ganika : "Jujur aku tidak tahu. Aku tidak bilang kalau kamu perusak rumah tangga, tapi ada kemungkinan kalau Banyu mendekatimu dalam status sudah menikah." Ganika : "Andai dugaan itu benar, jangan bersedih Jel. Kamu tidak salah karena tidak tahu mengenainya." Jelita : "Kalau memang benar, bagaimana dengan status anakku?" Ia kembali bersedih. Awan hitam seperti muncul dan menutupi langit cerah. Ganika bisa membaca perasaan sahabatnya. Jelita : "Anakku tidak bersalah... Dan kalau semua yang aku duga itu adalah kejadian sebenarnya, anakku h

