Bab 45

1312 Kata

Naura berdiri di balkon cukup lama, bahkan setelah angin malam membuat kulitnya mulai dingin. Pandangannya kosong menatap langit yang nyaris tanpa bintang. Di bawah sana, halaman rumah besar itu diterangi lampu taman yang lembut, tapi justru membuat suasana terasa lebih sunyi. Rumah sebesar itu seakan menjadi simbol hidupnya sekarang—megah di luar, tapi kosong di dalam. Tangannya memegang pagar besi, jari-jarinya menggigil bukan hanya karena udara, tapi karena hatinya yang semakin sulit dikendalikan. Setiap kali Ethan menatapnya dengan tatapan dingin namun penuh makna itu, ia merasakan sesuatu yang tak seharusnya tumbuh. Ada rasa iba, ada rasa kagum, dan di balik semua itu—ada getaran kecil yang membuatnya takut pada dirinya sendiri. Ia tahu dirinya salah. Ethan adalah pria yang membuatn

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN