perawatan tetap harus berlanjut karena organ hatinya masih membutuhkan waktu untuk pulih sempurna. Naura mengangguk, mencatat semua yang dokter jelaskan dengan saksama, sementara Ethan berdiri di sampingnya dengan tangan disilangkan di d**a, diam, tapi jelas memperhatikan setiap detail. Begitu mereka keluar dari ruang dokter, Naura membantu ibunya kembali ke kamar rawat inap. Di sepanjang koridor rumah sakit yang sunyi, langkah mereka bergema pelan, diselingi suara alat medis dari kejauhan. Ethan berjalan sedikit di belakang, menjaga jarak tapi tetap dalam posisi siap membantu kalau sewaktu-waktu dibutuhkan. Pandangannya lebih banyak tertuju pada punggung Naura—ramping, tapi tegar. Setiap gerakannya menunjukkan kesabaran dan kasih sayang yang dalam untuk ibunya, sesuatu yang jarang Ethan

