Bab 27

902 Kata

Mobil yang mereka tumpangi meluncur melewati jalan utama kota dengan tenang, hanya suara mesin dan desiran angin dari ventilasi yang terdengar. Lampu-lampu jalan berpendar di kaca depan, silih berganti seperti kilasan pikiran yang memenuhi kepala Naura. Tangannya terlipat di pangkuan, menggenggam ujung jaketnya erat-erat. Setiap detik bersama Ethan terasa aneh — tidak nyaman, tapi juga tidak sepenuhnya menakutkan. Sesekali, tatapannya melirik ke arah Ethan yang fokus menyetir. Garis wajah pria itu terlihat jelas di bawah cahaya jalan: rahangnya tegas, sorot matanya tajam tapi tenang, bibirnya tipis tanpa ekspresi. Pria itu tidak banyak bicara, tapi justru keheningannya yang membuat Naura gugup. Ia seperti bisa membaca isi kepala orang tanpa bertanya. “Terima kasih udah ikut tadi,” ucap N

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN