Bab 28

942 Kata

Malam mulai larut. Hujan yang sejak sore mengguyur kini tinggal gerimis, meninggalkan aroma lembap yang menempel di udara. Rumah besar itu sunyi; hanya terdengar suara jam dinding di ruang tamu berdetak teratur, seperti mengingatkan waktu yang terus berjalan tanpa menunggu siapa pun. Naura berdiri di balkon kamarnya, bersandar pada pagar besi dingin sambil menatap halaman luas yang tertutup kabut tipis. Udara malam menusuk kulit, tapi kepalanya terlalu penuh untuk bisa beristirahat. Sudah hampir seminggu sejak peristiwa di rumah sakit itu. Ethan benar-benar menepati ucapannya — setiap hari, ia mengizinkan Naura menjenguk ibunya, tapi selalu dengan syarat: ia ikut. Tak pernah sekali pun Ethan melepasnya pergi sendirian. Awalnya Naura merasa tidak nyaman, merasa dikekang, seolah setiap la

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN