Pagi datang pelan, disambut sinar matahari yang menembus tirai kamar tamu. Naura menggeliat pelan di atas ranjang besar itu, matanya masih terasa berat. Semalam ia baru bisa tidur menjelang dini hari setelah lama menatap langit-langit, berjuang melupakan semua pikiran yang berdesakan di kepala. Tapi tetap saja, bayangan Aditya dan Ethan bergantian muncul, membuat tidurnya tidak tenang. Ia duduk, meraih ponsel di nakas. Layar menyala, dan yang pertama kali ia lihat adalah notifikasi pesan dari Aditya. > “Nau, aku cuma pengin tahu kamu di mana. Ibu kamu baik-baik aja, kan? Aku ke rumah sakit pagi ini, tapi kamu nggak ada.” “Tolong kasih kabar, aku nggak mau berasumsi aneh-aneh.” Jantung Naura mencelos. Ia menatap layar itu lama. Ada rasa ingin membalas, tapi juga ketakutan yang menah

