Naura tidak tidur malam itu. Ia hanya berbaring di tempat tidur yang terasa terlalu luas, terlalu asing, dan terlalu tenang. Langit di luar jendela tampak kelabu. Hujan baru saja reda, meninggalkan embun di kaca. Ia menatap langit-langit kamar sambil mengingat lagi kata-kata Ethan yang diucapkan dengan nada datar tapi mengandung sesuatu yang sulit dijelaskan — “Aku nggak akan nyakitin kamu.” Kalimat itu seharusnya menenangkan. Tapi entah kenapa, justru membuat hatinya semakin tidak tenang. Ia menggulung selimut, menutup sebagian wajahnya, mencoba tidur. Tapi otaknya menolak diam. Gambar-gambar tentang Ethan berputar di kepala: tatapan matanya yang dalam, gerakan tangannya yang tenang, caranya berbicara yang selalu tegas tapi lembut di waktu bersamaan. Semakin ia mencoba melupakan, sem

