Langit mulai memudar menjadi abu-abu tua ketika mobil hitam Ethan Arsenio meluncur keluar dari area rumah sakit. Lalu lintas sore padat, klakson bersahutan, dan lampu kendaraan berderet seperti ular raksasa di jalanan basah. Di dalam mobil, suasananya sunyi. Hanya suara mesin dan desiran wiper yang bekerja pelan membersihkan sisa hujan di kaca depan. Naura duduk diam di kursi penumpang, menatap ke luar jendela. Jemarinya menggenggam erat tali tas di pangkuannya. Ia bisa merasakan hawa tegang yang pelan-pelan mengisi ruang sempit itu. Ethan di sisi kanan duduk tegak, tangannya santai di kemudi, tapi garis rahangnya tampak keras dan matanya fokus lurus ke jalan. Ia jarang bicara sejak keluar dari rumah sakit tadi. Tidak ada sapaan, tidak ada komentar — hanya diam yang begitu panjang sampa

